• Jumat, 3 Februari 2023

Biaya Haji 2023: Inilah Penjelasan Dirjen PHU Terkait Polemik BPIH, Bipih dan Nilai Manfaat

- Minggu, 22 Januari 2023 | 15:05 WIB
Biaya perjalanan ibadah haji diusulkan naik oleh Kemenag (PEXELS/ Haydan As-soendawy)
Biaya perjalanan ibadah haji diusulkan naik oleh Kemenag (PEXELS/ Haydan As-soendawy)

Gunem.id - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, mengatakan pengajuan pemerintah pada skema Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2023 mengedepankan asas keadilan.

Menurut Hilman Latief, penghitungan persentase Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan penggunaan nilai manfaat (NM), untuk tahun 2023 telah dihitung secara lebih proporsional.

"Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantri keberangkatan.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Voli Proliga 2023 :Jakarta Bhayangkara Presisi Menang Atas Jakarta Pertamina Pertamax

Tidak tergerus habis," kata Hilman Latief dikutip Gunem.id dari Kementerian Agama Sabtu, 21 Januari 2023.

Perlu diketahui, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) adalah total biaya yang harus dikeluarkan oleh jemaah haji dan telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Sedangkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) adalah biaya yang harus ditanggung atau dibayarkan oleh setiap jemaah, atau yang dikenal dengan Ongkos Naik Haji (ONH)

Baca Juga: Prediksi Pertandingan Liga Inggris Manchester City Vs Wolverhampton: Tuan Rumah Lebih Unggul

“Nilai manfaat (NM), bersumber dari hasil pengelolaan dana haji yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” ujar Hilman Latief.

Halaman:

Editor: Pulung Nowo Wijoyo

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X