• Jumat, 3 Februari 2023

Film ‘Dea’ Menempatkan PMI HK sebagai Protagonis yang Penting dalam Kehidupan Masyarakat Lokal

- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:03 WIB
Dea, film tentang kehidupan pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong. (Asiaone)
Dea, film tentang kehidupan pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong. (Asiaone)

Gunem.id - Setelah sekian banyak film telah dikerjakan tentang pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, sekali lagi kisah pahit kehidupan para pahlawan devisa difilmkan dalam Dea (Migrants Built This City)’.

Disutradarai oleh seorang sutradara berasal dari Italia Alberto Gerosa, film Dea (Migrants Built This City)’ dibintangi oleh aktris Dea Panendra yang terkenal karena perannya dalam film ‘Marlina Pembunuh dalam Empat Babak’ dan ‘Gundala’, dan juga Bruno Zanin, aktor asal Italia yang terkenal karena kiprahnya dalam film ‘Amarcord’ karya Federico Fellini.

Film Deaberkisah tentang seorang PMI yang berangkat dari desa bersama teman-temannya untuk mendapatkan kehidupan lebih baik di Hong Kong. Dia lalu menjalani hari-hari yang sulit di Hong Kong, mengalami pelecehan baik seksual maupun verbal.

Di film ini juga diangkat isu tentang PMI yang terlilit hutang dengan agen penyalur pekerja migran. Meskipun begitu, mimpi sang PMI untuk menjadi penyanyi membuatnya kuat menjalani kepahitan hidup yang ia alami.

Sutradara Deayang berbasis di Hong Kong Alberto Gerosa mengatakan sangat penting untuk membuat film yang membawa pekerja rumah tangga di Hong Kong keluar dari bayang-bayang dan menjadi peran protagonis.

"Pekerja rumah tangga di Hong Kong adalah 5 persen dari total populasi dan 10 persen dari angkatan kerja," kata Gerosa.

"Mereka penting bagi masyarakat lokal, untuk ekonomi lokal, untuk bagaimana keluarga ditopang dengan kedua orang tua bekerja, tetapi terlepas dari semua ini, sangat sedikit penampilan positif di media lokal."

Sementara Gerosa yang juga asisten profesor di bidang antropologi di Chinese University of Hong Kong sangat ingin menyebarkan pesan-pesan ini, ironisnya ia pun mengatakan bahwa dukungan distribusi sangat sulit.

"Setiap festival film Hong Kong menolak film tersebut, mengatakan itu bukan film lokal, tidak dalam bahasa Kanton, tidak ada orang lokal di pemeran atau kru, tidak ada aktor terkenal ... Itu sangat menyedihkan.

Dea yang kemudian dipilih adalah aktris berbakat yang menjadi terkenal ketika dia masih muda setelah berpartisipasi dalam Indonesian Idol, dan kemudian dia menjadi aktris teater musikal yang terkenal.

Halaman:

Editor: Bonari

Sumber: asiaone.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X