• Senin, 28 November 2022

Asosiasi Agen di Hong Kong: Gaji Pekerja Migran Rumah Tangga Turun setelah Aturan Karantina Dihapus

- Selasa, 27 September 2022 | 17:48 WIB
Upah pekerja migran di Hong Kong turun, menyusul penghapusan aturan karantina. FOTO ILUSTRASI (niekverlaan)
Upah pekerja migran di Hong Kong turun, menyusul penghapusan aturan karantina. FOTO ILUSTRASI (niekverlaan)

Gunem.id - Ketua asosiasi agensi di Hong Kong mengatakan gaji maksimal pekerja migran rumah tangga turun dari maksimal HK$6.500 pada bulan April menjadi sekitar HK$5.000 setelah pemerintah setempat menghapus aturan wajib karantina.

Dikutip Gunem.id dari dimsumdaily.hk, di bawah ketentuan-ketentuan baru soal memasuki HK, majikan tidak lagi perlu memesan hotel untuk karantina pekerja migran yang baru datang memasuki Hong Kong. Selain itu, calon pekerja migran juga tidak lagi diwajibkan untuk melakukan uji asam nukleat sebelum naik pesawat.

Baca Juga: Inilah Ranking Dunia Tim Bola Voli Putri, Indonesia Jauh Dibawah Thailand

Dengan demikian, para calon majikan dapat menghemat hingga HK$3.000 hingga HK$3.500 untuk membiayai akomodasi hotel dan biaya tambahan pengujian virus.

Ketua Hong Kong Union of Employment Agencies Chan Tung-fung menunjukkan bahwa setelah langkah “0+3” diterapkan, kekurangan pekerja rumah tangga asing di HK diperkirakan akan semakin teratasi. Perekrutan pekerja asing baru diperkirakan membutuhkan waktu 2-2,5 bulan.

Chan juga mengatakan bahwa tingkat maksimal gaji pembantu rumah tangga asing telah turun dari HK$6.000 – HK$6.500 pada bulan April menjadi sekitar HK$5.000 – HK$5.300.

Baca Juga: Kalahkan Kanada 3-0, Tim Amerika Puncaki Klasemen Pool C di Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri FIVB 2022

Meskipun begitu, Chan  memperkirakan sekitar 30-40% majikan masih akan mengatur agar PRT asing tinggal di hotel atau wisma untuk pemantauan medis selama tiga hari pertama setelah tiba di Hong Kong, seraya mengingatkan majikan bahwa untuk hal itu, mereka harus membayar upah mereka seperti biasa.

Dengan pelonggaran peraturan terbaru yang diterapkan oleh pemerintah HK, Chan mengatakan banyak pekerja migran rumah tangga yang tidak kembali ke kampung halamannya selama 2 hingga 3 tahun karena wabah COVID-19, diperkirakan akan mengajukan cuti selama kurang lebih satu bulan untuk mengunjungi keluarga mereka di kampung halaman.[e]*

Editor: Bonari

Sumber: Dimsumdaily.hk

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X