• Senin, 30 Januari 2023

Mantan PMI Hong Kong yang Disiksa Majikan Sepuluh Tahun Lalu, Kini Tuntut Ganti Rugi Sebesar HK$1,28 Juta

- Minggu, 9 Oktober 2022 | 16:27 WIB
Kartika Puspitasari, pekerja rumah tangga  korban penganiayaan parah oleh majikan di Hong Kong, (Facebook @Mega Vristian Sambodo)
Kartika Puspitasari, pekerja rumah tangga korban penganiayaan parah oleh majikan di Hong Kong, (Facebook @Mega Vristian Sambodo)

Gunem.id - Seorang mantan pekerja migran Indonesia (PMI), Kartika Puspitasari, yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Hong Kong dan merupakan korban penyiksaan selama dua tahun yang dilakukan oleh majikan sepuluh tahun lalu kini menuntut ganti rugi sebesar HK$1,28 juta atau sekitar Rp2,5 M.

Pengacara Kartika Puspitasari (40 tahun), mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri setempat pada Kamis, 6 Oktober 2022 bahwa kedua mantan majikannya bertanggung jawab atas kompensasi karena menyebabkan rasa sakit dan penderitaan, kehilangan kemampuan untuk bekerja di bidang tertentu dan biaya pengobatan yang timbul dari serangan "kejam" yang mereka lakukan terhadapnya.

Baca Juga: Ramalan Tarot Pekan Ini untuk Capricorn, Aquarius, dan Pisces Berlaku Pekan Ini, 9 hingga 15 Oktober 2022

Kartika Puspitasari adalah salah satu korban penganiayaan parah yang dilakukan oleh majikan terhadap pekerja rumah tangga migran paling terkenal di Hong Kong.

Kartika mengalami penyiksaan berkepanjangan di dua rumah pasangan Tai Chi Wai dan Catherine Au Yuk Shan di Tai Po antara tahun 2010 dan 2012.

Kekejaman terhadap Kartika itu  termasuk serangan yang melibatkan rantai sepeda, setrika pakaian panas, pemotong kertas dan gantungan, meninggalkan 45 bekas luka permanen di sekujur tubuhnya.

Baca Juga: Kenali Akibat dari Perselingkuhan terhadap Pernikahan dan Kerugian Orang yang Berselingkuh

Seorang wakil hakim distrik mengatakan dalam persidangan pidana 2013 bahwa meskipun Kartika telah dinilainya melebih-lebihkan bagian dari buktinya, luka-luka yang ada di sekujur tubuh korban adalah akibat serangan pasangan mantan majikannya, bukan melukai diri sendiri seperti yang disampaikan oleh pembela terdakwa.

Tai dan Au yang berusia awal 40-an pada saat kejahatan berlangsung, masing-masing dipenjara 3,3 tahun dan 5,5 tahun, atas tuduhan melukai dengan niat dan penyerangan yang menyebabkan cedera tubuh. Pengadilan Tinggi menguatkan hukuman pada tahun 2014.

Baca Juga: Lima Cara Jitu Menghadapi Pasangan yang Selingkuh

Halaman:

Editor: Bonari

Sumber: asiaone.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X