• Senin, 28 November 2022

Tumpeng Makanan Karya Nenek Moyang yang Tak Lekang oleh Zaman

- Sabtu, 25 September 2021 | 09:00 WIB
Ilustrasi tumpeng (Pixabay.com/mufidpwt)
Ilustrasi tumpeng (Pixabay.com/mufidpwt)

Gunem.id – Banyak jenis#makanan yang sudah ’punah’ alias tidak dijumpai lagi di masyarakat. Misalnya, semayi, kendho, dan… apa lagi, ya? Bentuk#makanan karya nenek-moyang yang masih bertahan hingga sekarang, salah satunya adalah tumpeng.

Tanpa maksud mengerdikalkan daerah lain, berdasarkan sejumlah temuan, bisa dikatakan jika masyarakat Jawa adalah salah satu masyarakat yang memiliki sejarah panjang. Melalui sejumlah temuan bisa diketahui bahwa masyarakat Jawa telah melalui banyak fase kehidupan. Mulai Zaman Purba, Zaman Prasejarah, Zaman Batu, Zaman Logam, dan seterusnya. Pergantian zaman yang dilalui oleh masyarakat Jawa ini tentu saja diiringi dengan pergantian atau perubahan corak kebudayaanna.

Di antara temuan-temuan yang telah diteliti oleh para sejarawan dan filolog, didapat informasi bahwa#makanan dan minuman memegang peranan penting dalam sebuah kelompok masyarakat tertentu. Dikatakan penting karena di masa lalu#makanan dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni#makanan yang boleh dimakan dan#makanan yang tidak boleh dimakan.

Baca Juga: NIK KTP Tidak Terdaftar, Ikuti Cara Ini Agar Cair BLT Banpres 2021

Untuk#makanan yang boleh dimakan sering disebut kudapan. Sedangkan untuk#makanan yang tidak boleh dimakan ini disebut sesaji. Walaupun secara fisik ada beberapa jenis sesaji yang terbuat dari bahan-bahan yang bisa dimakan. Akan tetapi sesaji tidak diperbolehkan untuk disantap karena sesaji ini dibuat dan dikhususkan untuk arwah leluhur, dhahnyang, atau para dewa.

Ada beberapa jenis#makanan dari masa lalu yang masih bisa kita jumpai hingga saat ini. Akan tetapi banyak juga jenis#makanan yang kini sudah hilang dari peredaran. Mengapa? Pertama, karena ‘hilangnya’ bahan-bahan dasar pembuat#makanan tersebut. Kedua, makanan tersebut dianggap sudah tidak sesuai atau ketinggalan zaman.

Rendra Agusta, seorang peneliti sekaligus pendiri Komunitas Pecinta Jawa Kuna telah melakukan berbagai penelitian terhadap prasasti yang memuat#makanan apa saja yang dikonsumsi masyarakat di masa Jawa Kuno.

Baca Juga: Hal-Hal Sederhana untuk Cepat Turunkan Berat Badan

“Informasi-informasi yang terekam dalam prasasti memberi kita banyak informasi tentang apa yang terjadi di masa lalu. Di sana kita tidak hanya mengetahui bagaimana keadaan sebuah wilayah di masa itu, namun juga bisa mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat yang ada di wilayah tersebut di masa tertulisnya prasasti tersebut. Dan dengan pengetahuan semacam itu, untuk prasasti yang berasal dari Jawa, kita dapat memperkirakan atau membayangkan bagaimana Jawa yang sesungguhnya,” jelas Rendra.

Rendra menambahkan jika keberadaan#makanan dan minuman baik untuk kudapan atau sesaji pada masyarakat Jawa Kuno dianggap penting. Oleh karena itu, catatan mengenai#makanan dan minuman itu banyak ditemukan dalam prasasti-prasasti yang ditulis dengan menggunakan akasara Jawa kuno mulai abad IX-X.

Halaman:

Editor: Bonari

Sumber: KKB dan KKSB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resep Masakan Sop Iga Sapi Lembut dan Gurih

Kamis, 14 Juli 2022 | 18:15 WIB

Resep Masakan Gulai Kambing Autentik Bebas Bau

Kamis, 7 Juli 2022 | 14:00 WIB

Resep Makanan Sambal Goreng Ikan Teri Kacang

Kamis, 30 Juni 2022 | 23:29 WIB

Resep Masakan Ikan Tongkol Kemangi Kuah Santan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 20:00 WIB

Resep Masakan Balado Jengkol

Selasa, 14 Juni 2022 | 17:30 WIB

Resep Bubur Sumsum Tepung Beras

Selasa, 14 Juni 2022 | 16:32 WIB

Resep Masakan Tumis Kacang Panjang dan Tahu

Kamis, 9 Juni 2022 | 17:00 WIB

Resep Masakan Kikil Tumis Cabe Hijau

Rabu, 8 Juni 2022 | 18:42 WIB

Resep Opor Ayam Kampung

Minggu, 5 Juni 2022 | 15:10 WIB
X