• Rabu, 29 Maret 2023

Mantan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin Didakwa Penyalahgunaan Kekuasaan dn Pencucian Uang

- Jumat, 10 Maret 2023 | 18:55 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin (Muhyiddin Yassin)
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin (Muhyiddin Yassin)

Gunem.id - Mantan perdana menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah didakwa dengan penyalahgunaan kekuasaan dan pencucian uang.

Tuduhan terhadap mantan Perdana Menteri Malaysia itu muncul setelah dia diinterogasi oleh pihak berwenang atas dugaan penyalahgunaan dana dari inisiatif stimulus COVID-19.

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin dituduh memperoleh RM232,5 juta atau sekitar Rp771 M dari partai politiknya, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), dan juga didakwa dengan dua tuduhan pencucian uang dengan total RM195 juta.

Baca Juga: Daftar Nominasi Kategori Utama Piala Oscar 2023

Pria berusia 76 tahun itu mengaku tidak bersalah atas dakwaan tersebut.

Tuduhan penyalahgunaan kekuasaan di Malaysia bisa diganjar dengan penjara selama 20 tahun dan denda tidak kurang dari lima kali nilai gratifikasi yang terlibat.

Tuduhan pencucian uang membawa hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda tidak kurang dari lima kali nilai hasil transfer ilegal, atau RM5 juta, tergantung mana yang lebih tinggi.

Baca Juga: Arus Mudik Tahun Ini Diprediksi Meningkat, Korlantas Polri kembali Bekerja Sama dengan Google

Muhyiddin Yassin dituduh menggunakan posisinya sebagai mantan perdana menteri dan presiden Bersatu untuk mendapatkan RM232,5 juta dari tiga perusahaan dan seorang individu antara 1 Maret 2020 dan 20 Agustus 2021.

Yassin juga didakwa telah menerima total RM195 juta hasil dari aktivitas ilegal dari Bukhary Equity Sdn Bhd yang disetorkan ke rekening Bersatu.

Muhyiddin Yassin, yang merupakan presiden Partai Bersatu dan ketua koalisi Perikatan Nasional (PN), dibebaskan dengan jaminan sebesar RM2 juta dan harus menyerahkan paspornya ke pengadilan.

Baca Juga: Devisa Negara Rp165 Triliun Melayang, Mengapa Orang Indonesia Memilih Berobat ke Luar Negeri?

Muhyiddin Yassin diperkirakan akan muncul di Pengadilan Shah Alam pada hari Senin, 13 Maret 2023. 

Muhyiddin Yassin ditahan oleh Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) pada Kamis setelah dia dipanggil untuk memberikan pernyataan terkait program Jana Wibawa.

Program Jana Wibawa ini diperkenalkan pada November 2020 sebagai paket stimulus COVID-19 untuk membantu kontraktor Bumiputera, dan MACC telah menyelidiki dugaan bahwa kontraktor terpilih untuk program bantuan telah menyetor RM300 juta (US$67,69 juta) ke rekening Bersatu.[e]*

Halaman:

Editor: Bonari

Sumber: asiaone.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X