• Kamis, 1 Juni 2023

Menduga Bos Gudang Garam mau Ngemplang Utang, Bank OCBC NISP Bersurat ke Presiden Joko Widodo

- Selasa, 28 Maret 2023 | 16:35 WIB
Tim Kuasa Hukum Bank OCBC NISP Hasbi Setiawan (tengah) memberikan keterangan.  (PMJ/Ginting)
Tim Kuasa Hukum Bank OCBC NISP Hasbi Setiawan (tengah) memberikan keterangan. (PMJ/Ginting)

Gunem.id - Terkait kasus kredit macet yang melibatkan Bos Gudang Garam dan PT Hair Star Indonesia (HSI), Bank OCBC NISP meminta perlindungan dan penegakan hukum kepada Presiden Joko Widodo.

PT HIS adalah produsen rambut palsu yang pabriknya berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. PT HIS terindikasi berusaha menghindari tanggung jawab terhadap adanya hutang kepada Bank OCBC NISP.

Upaya untuk melepaskan diri dari kewajiban kepada bank tersebut diduga dilakukan dengan sejumlah cara, di antaranya dengan mengalihkan 50% saham PT HSI yang sebelumnya dimiliki oleh PT Hari Mahardika Utama (HMU) kepada pihak lain.

Baca Juga: Tiga Anak dan Tiga Orang Dewasa Tewas jadi Korban Penembakan Mantan Siswa di Tennessee

Sementara itu diketahui bahwa PT HMU dimiliki langsung oleh Susilo Wonowidjojo, salah satu orang terkaya di Indonesia yang juga bos PT Gudang Garam.

“Kami sudah mengirimkan surat ini kepada Presiden Jokowi melalui Kementerian Sekretaris Negara. Kami sangat berharap bapak Presiden memberikan atensi terhadap kasus ini, mengingat banyak bank yang terancam menjadi korban dari upaya PT HSI untuk melarikan diri dari tanggung jawab,” jelas Hasbi Setiawan, Kuasa Hukum Bank OCBC NISP, Senin 27 Maret 2023 dikutip Gunem.id dari PMJ News.

Hasbi menuturkan bahwa untuk mendapatkan hak-haknya sebagai kreditur PT HSI, sejumlah upaya hokum telah dilakukan oleh Bank OCBC NISP.

Baca Juga: 64 Orang Jemaah Umrah Terbengkalai di Arab Saudi, Dua Orang dari Travel NSWM Diamankan

Di antara upaya hukum yang telah dilakukan itu adalah menggugat secara perdata melalui Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo yang saat ini sedang berproses.

Gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara 19/PDT.G/2023/PN.SDA dan tergugat utamanya ialah Susilo Wonowidjojo.

Jalur hukum hukum lainnya yang ditempuh adalah melaporkan dugaan tindak pidana manajemen dan pemegang saham HSI, termasuk di antaranya Susilo Wonowidjojo sebagai pemilik PT HMU, ke Bareskrim Polri.

Baca Juga: Kualifikasi EURO 2024 Prediksi Skotlandia Vs Spanyol: Skor, Susunan Pemain dan Head to Head

Laporan Polisi sudah dilayangkan dan terdaftar dengan No LP/B/0011/2023/SPKT/Bareskrim Polri pada 9 Januari 2023.

Di dalam laporan tersebut terdapat dugaan adanya penggunaan uang hasil kredit dari Bank OCBC NISP yang tidak sesuai dengan perjanjian kredit yang disepakati antara Bank dan PT HSI.

“Surat kepada Presiden ini adalah salah satu ikhtiar industri perbankan untuk mendapatkan keadilan atas perilaku buruk yang dilakukan oleh kreditur sekelas PT HSI, yang dimiliki oleh Susilo Wonowidjojo melalui PT HMU,” Hasbi memaparkan.

Halaman:

Editor: Bonari

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X