• Minggu, 23 Januari 2022

Digrebek Polisi karena Jalankan Aplikasi Pinjol Ilegal, Berikut Profil Lengkap PT Indo Tekno Nusantara Fintech

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:02 WIB
Ilustrasi Online (Pixabay/Firmbee)
Ilustrasi Online (Pixabay/Firmbee)

Gunem.id - Jagad Maya dihebohkan dengan di grebeknya PT Indo Tekno Nusantara Fintech Lending atau perusahaan pinjaman online PT Indo Tekno Nusantara (ITN) oleh Polisi di Rukan Crown, Blok C1-7, Green Lake City, Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2021).

Dalam video viral tersebut terlihat polisi sedang menggerebek dua kantor pinjaman online (pinjol) dalam dua hari ini di Cengkareng, Jakarta Barat dan di Cipondoh Tangerang. Terlihat dalam video, dari penggerebekan tersebut sebanyak 88 orang diamankan.

Polda Metro Jaya mengamankan 32 orang karyawan kantor pinjaman online (pinjol) yang berada di Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, Kamis 14 Oktober 2021. Sementara dalam penggrebekan di Cengkaréng Jakbar kepolisian mengamankan sebanyak 56 orang.

Baca Juga: Resep Ayam Lodho Khas Trenggalek, Dijamin Mantab!

Penggerebekan ini dilakukan karena aksinya yang terbukti menjalankan 10 aplikasi pinjaman online ilegal.

"Ada 13 aplikasi yang digunakan PT ini, dari 13 aplikasi ada tiga yang legal, tapi ada 10 ilegal," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Kamis (14/10/2021).
Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan 32 orang karyawan yang sedang bekerja di perusahaan tersebut. Mereka langsung dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

"Ada 32 orang yang kita amankan di lokasi ini, dan akan kita bawa dan dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya," kata dia.

Baca Juga: Wajib Tahu! Berikut Beberapa Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Sindikat pinjaman online ilegal ini diketahui sudah beroperasi sejak 2018 kerap kali menagih klien dengan dua metode, yakni menagih secara langsung dan melalui telepon atau sosial media. Atas banyaknya keluhan dari klien atas cara penagihan kerap kali berupa ancaman yang membuat debitur resah pihak kepolisian langsung menelusuri kegiatan perusahaan pinjaman online ilegal Indo Tekno Nusantara.

"Ada beberapa korban dari masyarakat yang sempat stres karena tagih-tagihan yang dilakukan pelaku, baik ancaman secara langsung maupun telepon di media sosial," terang dia.
Yusri menyebut, penggerebekan dilakukan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan patroli siber. Keberadaan pinjol, kata dia, meresahkan masyarakat.[c]*

Halaman:

Editor: Ibrahim Aghil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dua Pasien Terkonfirmasi Omicron Mninggal Dunia

Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:41 WIB
X