• Senin, 28 November 2022

Cacar Monyet belum Berlalu Kini Menyusul Virus Mimisan

- Kamis, 2 Juni 2022 | 02:00 WIB
Penyermprotan disinfektan dapat dilakukan untuk membunuh kutu penyebar virus. (Kemenkumham)
Penyermprotan disinfektan dapat dilakukan untuk membunuh kutu penyebar virus. (Kemenkumham)

Gunem.id - Setelah memberikan peringatan mengenai penyakit cacar monyet, kini WHO juga mengirim pesan, peringatan mengenai bahaya penyakit mematikan yang disebut sebagai ‘virus mimisan’.

Sesungguhnya, penyakit ‘virus mimisan’ ini punya nama resmi, yaitu demam berdarah krimea-kongo.

Dikutip Gunem.id dari Metro, 'virus mimisan' yang disebarkan oleh kutu telah membunuh 18 orang dan sedang menyebar.

Infeksi virus 'mimisan' yang disebarkan oleh kutu sedang meningkat dan telah menewaskan 18 orang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan.

Baca Juga: Calon Imam Masjid untuk Uni Emirat Arab yang Lolos Tahap Administrasi Diumumkan Kemenag

Secara resmi dikenal sebagai demam berdarah Krimea-Kongo, penyakit ini menyebabkan pendarahan internal dan eksternal yang cepat dan parah, termasuk melalui hidung.

Telah terdeteksi pada 120 orang di Irak sejak Januari 2022 dan hingga kini setidaknya 18 orang telah meninggal.

Pejabat WHO khawatir virus itu menyebar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya tetapi itu berpusat di sekitar provinsi selatan Dhi Qar.

Virus ini terdapat pada kutu dan orang tertular melalui kontak dengan seseorang yang terinfeksi darah hewan, yang biasanya bekerja dengan ternak atau di rumah pemotongan hewan.

Baca Juga: Seorang Nelayan hampir Mati Tersedak setelah Seekor Ikan Melompat ke Dalam Mulutnya

Halaman:

Editor: Bonari

Sumber: Metro.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X