• Minggu, 26 Juni 2022

Pekerja Migran Taiwan Diwajibkan Menggunakan Sepeda Listrik Bersertifikat untuk Menghindari Denda

- Kamis, 23 Juni 2022 | 11:31 WIB
Sepeda listrik atau e-bike (Maxfoot)
Sepeda listrik atau e-bike (Maxfoot)

Gunem.id - Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) meminta pekerja migran di wilayah itu untuk menggunakan sepeda listrik yang bersertifikat untuk menghindari denda. Hal itu diungkapkan dalam siaran pers pada Senin, 21 Juni 2022.

Badan Pengembangan Tenaga Kerja MOL mengatakan bahwa Manajemen Lalu Lintas Jalan dan Undang-Undang Hukuman telah diubah dan memasukkan sepeda listrik dalam ketentuan-ketentuannya. Ke depan, semua e-bike wajib memiliki tanda sertifikasi (tanda petir merah) dan plat nomor. Peraturan ini akan mulai berlaku 1 November.

Baca Juga: Kebijakan Baru Facebook untuk Melindungi Penggunanya

Dalam peraturan itu disebutkan mengendarai e-bike tanpa plat nomor akan dikenakan denda antara NT $ 1.200 (US $ 41) dan NT $ 3.600, sementara e-bike yang tidak memiliki tanda sertifikasi akan disita.

Menurut MOL, para pekerja migran di Taiwan senang menggunakan e-bike karena selain lebih murah, e-bike menjadi alat transportasi penting bagi para pekerja migran. Banyak pekerja migran juga sudah memodifikasi e-bike mereka untuk meningkatkan performa.

Menurut peraturan baru, mengendarai e-bike bersertifikat dengan perangkat transmisi yang diubah suai akan didenda mulai NT$1.800-5.400. Denda maksimum untuk memodifikasi perangkat lain seperti rem, lampu, dan perangkat retro-reflektif adalah NT$1.200.

Baca Juga: Putra Kedua Buya Arrazy Hasyim Meninggal Tertembak Pistol Milik Pengawalnya

Dalam rilis peraturan baru juga mewajibkan pengendara e-bike untuk memakai helm, wajib memberi akses pada pejalan kaki, tidak melebihi batas kecepatan (25km/jam), tidak membawa penumpang, dan tidak berkendara saat mabuk.[e]*

Editor: Bonari

Sumber: Taiwannews.com.tw

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Magnitudo 3,0 Dirasakan di Aceh Jaya

Jumat, 24 Juni 2022 | 22:32 WIB
X