• Minggu, 26 Juni 2022

Protokol USDEK dalam Pesta Pernikahan yang Mulai Ditinggalkan

- Senin, 25 Oktober 2021 | 21:41 WIB
Ilustrasi hidangan prasmanan pesta pernikahan (pixabay/allybally4b)
Ilustrasi hidangan prasmanan pesta pernikahan (pixabay/allybally4b)

Gunem.id - Sekarang ini untuk keperluan menjamu tamu di acara hajatan, biasanya pilihan akan jatuh ke sewa catering dan menyediakan makanan dalam bentuk prasmanan.

Selain dianggap lebih praktis, prasmanan dipilih untuk menjamu tamu agar tamu yang datang dapat memilih sendiri hidangan sesuai dengan seleranya. Dengan dibebaskan memilih jenis hidangan yang akan disantap inilah yang dianggap solusi agar tidak banyak makanan yang terbuang percuma dalam suatu hajatan pesta pernikahan.

Baca Juga: Sejarah Tengkleng Solo yang Jarang Diketahui Orang

Sebab, dalam banyak kasus, pada hajatan yang memberi suguhan kepada tamu dengan menggunakan sistem ‘piring terbang’ biasanya banyak makanan yang tersisa. Bahkan, tak jarang makanan yang dihidangkan itu hanya diethek-ethek oleh tamu.

Agar hal ini tidak terjadi makanya sekarang ini banyak orang yang punya hajatan mulai meninggalkan ‘piring terbang’ dan memilih prasmanan untuk menjamu tamunya.

Di beberapa daerah model ‘piring terbang’ itu masih bertahan. Dan biasanya setiap daerah yang masih mempertahankannya ada semacam aturan dalam tata urutan sajian hidangannya.

Di wilayah Mataraman baik itu Surakarta maupun Yogyakarta mengenal istilah USDEK dalam tata urutan memberikan hidangan kepada tamu dalam suatu hajatan.

Baca Juga: Sajak-Sajak Sekaring Ratri - Kumpulan Puisi Pendek Karya Bonari Nabonenar

Biasanya USDEK ini dilaksanakan dalam hajatan pesta pernikahan. USDEK sendiri merupakan akronim dari Unjukan, Sop, Dhaharan, Es, dan Kondur. Adapun tata urutannya adalah sebagai berikut

Ketika tamu datang biasanya mereka akan dihampiri oleh sinoman yang menghidangkan minuman. Biasanya minuman yang disajikan adalah teh hangat. Usai mendapat unjukan, tak berselang lama tamu pun akan diberikan sajian berupa sop. Jenis sop yang disajikan tergantung si empunya rumah. Kadang bisa sop matahari, sop gelatin, atau sup macaroni.

Halaman:

Editor: Ibrahim Aghil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Hari Ibu atau Hari Bapak, sih?

Rabu, 22 Desember 2021 | 13:14 WIB

Cara Belajar Menulis Cerpen tanpa Teori

Jumat, 29 Oktober 2021 | 12:44 WIB

Plastik Menggilas Tradisi Masonan di Kampung Saya

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:19 WIB

TKW di Antara Rok Mini dan Harga Diri

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:56 WIB

Para Korban Konsep Cantik itu Malahan Merasa Aduhai

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:55 WIB

Ada Apa dengan Babu?

Jumat, 8 Oktober 2021 | 21:37 WIB
X