• Minggu, 26 Juni 2022

Asal Usul, Pahlawan Nasional dan Pahlawan Lokal, Pahlawan Negara dan Pahlawan Partikelir

- Selasa, 9 November 2021 | 11:30 WIB
Asal Usul, Pahlawan Nasional dan Pahlawan Lokal, Pahlawan Negara dan Pahlawan Partikelir (istimewa)
Asal Usul, Pahlawan Nasional dan Pahlawan Lokal, Pahlawan Negara dan Pahlawan Partikelir (istimewa)

Gunem.id - Apa yang tergambar di dalam benak sampeyan ketika orang menyebut ‘pahlawan’? Kira-kira, pertama-tama, ini: seorang serdadu, pejuang kemerdekaan, gugur di medan tempur.

Atau, hamparan dengan nisan-nisan berderet-deret, di sebuah kompleks Taman Makam Pahlawan. Di taman makam pahlawan, yang terbayang kemudian adalah jasad-jasad yang dimakamkan di situ, yakni jasad-jasad para pejuang yang gugur di medan tempur maupun lama berselang setelah perang, para purnawirawan, dan para mantan pemimpin bangsa.

Memberikan tempat terhormat (taman makam pahlawan) bagi jasad sosok yang semasa hidupnya sangat berjasa kepada negara. Tetapi, sepertinya gambaran-gambaran itu akan nyaris dipenuhi hanya oleh figur atau sosok-sosok dengan kostum tertentu, denga senjata di tangan.

Baca Juga: Mengenal Microsleep, Pembunuh yang Mengintai Para Pengendara dalam Perjalanan

Sosok pahlawan (kemerdekaan) yang tidak identik dengan pegang senjata hanya ada beberapa saja, sebutlah pasangan Soekarno-Hatta, yang kemudian dijadikan nama bandara, dipatungkan, sebagai Presiden dan Wakil Presiden I Republik Indonesia, terutama sebagai Sang Proklamator (Kemerdekaan Indonesia).

Kita tahu, Zaman Perang (fisik) sudah berlalu, walau kita mesti tetap waspada, sebab terjadinya lagi bukanlah hal mustahil. Lihat saja, di belahan bumi yang jauh, perang seperti tak pernah berhenti.

Tetapi, layak kita renungkan, bahwa kita akan kehabisan sosok untuk dipahlawankan ketika cara pandang kita mengenai pahlawan lebih pada mereka yang mempertaruhkan nyawanya di medan tempur.

Baca Juga: Berikut Tips Agar Tetap Fit di awal Musim Penghujan

Pahlawan ialah orang yang layak diganjar pahala, yang berjasa luar biasa besar kepada masyarakat, bangsa, dan negaranya. Selama ini, praktiknya, seorang figure, terutama yang sudah meninggal dan terbukti punya jasa yang besar kepada bangsa dan negara, dapat diusulkan oleh masyarakat untuk diangkat sebagai pahlawan nasional.

Halaman:

Editor: Pulung Nowo Wijoyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Hari Ibu atau Hari Bapak, sih?

Rabu, 22 Desember 2021 | 13:14 WIB

Cara Belajar Menulis Cerpen tanpa Teori

Jumat, 29 Oktober 2021 | 12:44 WIB

Plastik Menggilas Tradisi Masonan di Kampung Saya

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:19 WIB

TKW di Antara Rok Mini dan Harga Diri

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:56 WIB

Para Korban Konsep Cantik itu Malahan Merasa Aduhai

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:55 WIB

Ada Apa dengan Babu?

Jumat, 8 Oktober 2021 | 21:37 WIB
X