• Senin, 28 November 2022

Underpayment: Masalah atau Solusi, Ditolak atau Diterima?

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 20:22 WIB
Ilustrasi Perhitungan Gaji (Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels)
Ilustrasi Perhitungan Gaji (Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels)

 

Gunem.id – Underpayment atau upah di bawah standar banyak dialami oleh para pekerja migran. Terutama, pada mereka yang masih baru menjalani kontrak (kerja) pertamanya.

Saya banyak mendengar dari mantan BMI Hong Kong bahwa underpayment system adalah pengupahan di bawah standar yang ditawarkan untuk BMI yang biasanya tidak memenuhi kualifikasi untuk dipekerjakan dengan mendapatkan gaji penuh.

Saya pernah membayangkan, bahwa seandainya murid (saya mengajar di sebuah BLK-LN) saya ada yang tidak bisa dikirim ke luar negri untuk full pay, saya biasanya lalu melakukan pendekatan dengan calon BMI yang bersangkutan.

Baca Juga: PLN Salurkan Kompensasi, Stimulus, dan Subsidi Listrik dari Pemerintah Senilai Rp63,18 Triliun pada Kuartal II

Dengan kapasitasnya yang diperkirakan tak punya peluang untuk dapat bekerja di luar negri dengan gaji penuh ini untuk memilih: menunggu dan terus menunggu sampai batas waktu yang tak tentu, atau lebih realistis menerima tawaran, setidaknya untuk sementara, bekerja dengan under-pay.

Jika gaji penuh seorang domestic worker di Hong Kong adalah HKD 3,480, maka yang underpay hanya mendapat HKD 2,000 per bulan. Yah, memang terasa sangat tidak adil dan sangat merugikan BMI, begitukah?

Lama bekerja di PJTKI, saya mengamati banyak hal, termasuk bahwa permintaan majikan Hong Kong atas BMI Indonesia, adalah diutamakan yang pernah bekerja di luar negri sehingga mempunyai dasar penguasaan bahasa asing, sehingga majikan berharap ketika masuk ke rumah majikan, BMI siap menjalankan perintahnya dan tidak akan masalah dengan komunikasi serta siap kerja tentunya.

Baca Juga: Di Forum Bisnis Expo 2020 Dubai Transformasi Digital Sektor IKFT Akan Dibeberkan

Permintaan khusus ini berdampak pada proses pemberangkatan BMI ke luar negri. Contoh kasusnya seperti ini: kalau Si A adalah mantan BMI di suatu negara, (Singapura, Kuwait, Taiwan ) maka dia akan mempunyai modal bahasa asing.

Halaman:

Editor: Pulung Nowo Wijoyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X