• Minggu, 26 Juni 2022

Tradisi Masonan dan Memperkenalkan Anak dengan Tanah dan Air

- Rabu, 10 November 2021 | 21:19 WIB
Ilustrasi - Tradisi Masonan dan Memperkenalkan Anak dengan Tanah dan Air (Pixabay)
Ilustrasi - Tradisi Masonan dan Memperkenalkan Anak dengan Tanah dan Air (Pixabay)

Gunem.id - Acara mitoni merupakan rangkaian ritual, di antaranya: tedhak siten (turun tanah), kendurian, dan mengarak serta memandikan bayi ke belik di pusat (sumber) air.

Kita sering mendengarkan petuah medis, bahwa tubuh manusia lebih kuat menahan lapar daripada haus.

Dengan kata lain, menurut kalkulasi medis, kematian akan lebih cepat datang ketika tubuh kekurangan air daripada kekurangan makan.

Baca Juga: Tips Mendidik Anak ala Bung Tomo

Di sisi lain, kita juga melihat perkampungan tradisional, biasanya pertama-tama tumbuh di dekat sumber air, sungai, telaga. Baru, seiring pertumbuhan penduduk, melebar ke segala penjuru.

Itu, menandakan betapa air dipandang sedemikian vital bagi kehidupan. Dan, memang demikianlah faktanya.

Di desa (saya), dulu, kalau ada warga baru –misalnya yang datang berpindah karena perkawinan, lalu jatuh sakit atau merasa tidak enak badan, orang akan segera mengomentarinya sebagai tanda kajog banyu.

Baca Juga: Sisi Lain Bung Tomo: Pernah Menyaksikan Kereta Kencana Melayang di Angkasa

Yang dimaksudkan dengan kajog banyu adalah reaksi tubuh terhadap air (dari sumber) yang baru, yang diminum dan digunakan untuk mandi.

Halaman:

Editor: Bonari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Hari Ibu atau Hari Bapak, sih?

Rabu, 22 Desember 2021 | 13:14 WIB

Cara Belajar Menulis Cerpen tanpa Teori

Jumat, 29 Oktober 2021 | 12:44 WIB

Plastik Menggilas Tradisi Masonan di Kampung Saya

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:19 WIB

TKW di Antara Rok Mini dan Harga Diri

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:56 WIB

Para Korban Konsep Cantik itu Malahan Merasa Aduhai

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:55 WIB

Ada Apa dengan Babu?

Jumat, 8 Oktober 2021 | 21:37 WIB
X