• Senin, 28 November 2022

Geger Dunia Perdukunan di Indonesia 4: Menunggu Kemenkominfo dan KPI Turun Tangan

- Kamis, 15 September 2022 | 06:00 WIB
Marcel Radhival alias Pesulap Merah (Dokter Richard Lee)
Marcel Radhival alias Pesulap Merah (Dokter Richard Lee)

Oleh: Bonari Nabonenar

Gunem.id – Geger Perdukunan di Indonesia belakangan ini, yang dipicu oleh perseteruan antara Pesulap Merah dengan Gus Samsudin, semakin melebar ke mana-mana. Ke persoalan budaya, bahkan agama.

Padahal, kalau ditelusuri, pangkal permasalahan yang memicu konflik adalah absennya ‘disclaimer’ dalam video terkait praktik pengobatan yang dilakukan oleh Gus Samsudin, dan seperti dikatakan Pesulap Merah, hal serupa terjadi pada banyak konten video di akun lain.

Sekarang mari kita coba simulasikan. Seorang dukun atau yang membuka praktik jasa pengobatan atau upaya penyembuhan, membuat akun media sosial berisi video-video seputar praktik ‘perdukunan’ mereka.

Video-video itu mengesankan bahwa Sang Dukun adalah sosok yang bijak dan sangat sakti. Selain mampu mengambil barang-barang –yang diklaim berasal dari alam gaib-- juga dengan enteng dapat melumpuhkan para dukun santet atau berandalan yang menghadang, atau sebaliknya, sengaja didatangi oleh Sang Dukun.

Pesulap Merah mengatakan bahwa video-video seperti itu adalah hasil setingan, alias rekayasa. Di mata Pesulap Merah alias Marcel Radhival, konten-konten video seperti itu hanya menyuburkan kebodohan di tengah masyarakat, dan oleh karena itulah ia merasa terpanggil untuk membongkarnya.

Mengenai tudingan terhadap banyak video sebagai ‘setingan’ itu orang dapat berdebat panjang kali lebar. Pasalnya, rekayasa, bila benar dilakukan, bisa dilakukan di dua wilayah.

Wilayah pertama adalah pada praktik pengobatan/penyembuhannya, sepeti pada kejadian yang disebut sebagai memindahkan penyakit ke kelapa muda. Di situ, rekayasa terjadi pada pelaksanaan pengobatannya, bukan pada proses pembuatan videonya.

Demikian pula pada praktik yang mempertontonkan kertas tisu terbakar tanpa disulut api dan pengambilan benda-benda ‘dari alam gaib’ dan pertunjukan keris petir.

Halaman:

Editor: Bonari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berselera Jantan

Jumat, 23 September 2022 | 10:06 WIB

Ngesti Pandowo, Nostalgia, dan Ketokohan

Jumat, 16 September 2022 | 12:46 WIB

Iklan Berbahasa Jawa

Selasa, 30 Agustus 2022 | 07:14 WIB

Teringat Almanak

Minggu, 21 Agustus 2022 | 09:04 WIB

Poerbatjaraka, Kepintaran dan Pengabdian

Jumat, 12 Agustus 2022 | 05:00 WIB

Membaca dan Berguna

Kamis, 4 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Membaca Buku Primbon yang Kesepian di Lemari

Minggu, 31 Juli 2022 | 06:00 WIB

Ini Hari Ibu atau Hari Bapak, sih?

Rabu, 22 Desember 2021 | 13:14 WIB
X