• Kamis, 6 Oktober 2022

Berselera Jantan

- Jumat, 23 September 2022 | 10:06 WIB
Sosok Bima dalam iklan rokok (Bandung Mawardi)
Sosok Bima dalam iklan rokok (Bandung Mawardi)

Mawar

Gunem.id - Pada suatu malam, orang-orang menonton pertunjukan wayang kulit. Tampaklah mereka sangu sarung dan cemilan! Duduk menikmati cerita dan sinau akeh tentang urip.

Bila makin malam, dingin pun terasa. Sarung dikemulke di tubuh atau kepala. Adegan tambahannya menyalakan rokok. Lihatlah para lelaki penikmat wayang kulit itu mengeluarkan asap dari hidung dan mulutnya! Konon, mereka merokok untuk mengurangi dingin dan mencegah ngantuk.

Di tempat-tempat pementasan wayang kulit, akeh pedagang minuman dan makanan. Mereka mendapatkan rezeki. Sing tak ketinggalan, pedagang rokok. Dagangane laris saat makin malam atau dini hari. Para penonton mungkin sanggup menghabiskan sebungkus. Asap-asap itu menambahi gayenge pentas wayang kulit.

Tangan memegang rokok, mulut tertawa bila wektune lucu-lucuan. Pada saat adegan perang, rokok tetap mampir ke mulut. Perokoknya mikir tabiat manusia sing rebutan kekuasaan.

Rokok agak menenangkan diri sekaligus memanaskan imajinasi pertempuran. Pada bagian cerita sedih yang mungkin gawe tangis, perokok bisa menahan diri agar tidak kelihatan gembeng.

Sangu rokok untuk menonton wayang kulit jadinya keharusan. Kehabisan rokok, berharap ada pedagang-pedagang di tempat pentas wayang kulit. Kehabisan lagi, berharap ada sesama penonton berbagi rokok.

Pada akhirnya, wayang berkiatan erat dengan rokok. Kaitan ini diterjemahkan oleh perusahaan rokok dengan gawe iklan. Kita melihatnya di majalah Tempo, 6 Desember 1980. Sosok wayang berwarna hitam. Gagah dan kharismatik. Tokoh itu bernama Bima.

Iklan bukan menerangkan wayang, bukan ajak-ajak agar masyarakat menggemari wayang.

Satu sosok wayang tampil sendirian, tak ada dalange atau saudara-saudarane. Yang terpenting adalah Bima. Di Jawa atau Nusantara, Bima dijadikan panutan dan terpilih untuk simbol-simbol yang banyak makna.

Halaman:

Editor: Bonari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berselera Jantan

Jumat, 23 September 2022 | 10:06 WIB

Ngesti Pandowo, Nostalgia, dan Ketokohan

Jumat, 16 September 2022 | 12:46 WIB

Iklan Berbahasa Jawa

Selasa, 30 Agustus 2022 | 07:14 WIB

Teringat Almanak

Minggu, 21 Agustus 2022 | 09:04 WIB

Poerbatjaraka, Kepintaran dan Pengabdian

Jumat, 12 Agustus 2022 | 05:00 WIB

Membaca dan Berguna

Kamis, 4 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Membaca Buku Primbon yang Kesepian di Lemari

Minggu, 31 Juli 2022 | 06:00 WIB

Ini Hari Ibu atau Hari Bapak, sih?

Rabu, 22 Desember 2021 | 13:14 WIB
X