• Kamis, 18 Agustus 2022

Hutan Jati di Jawa mulai Rusak pada Zaman Belanda

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 19:30 WIB
Ilustrasi VOC (Idsejarah.net)
Ilustrasi VOC (Idsejarah.net)

 


Gunem.id - Kerusakan hutan jati yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa bukan hanya terjadi pada saatinisaja. Jauh Sebelum Indonesia merdeka, hutan Jati yang ada di sejumlah daerah di Pulau Jawa Telah mengalami kerusakan yang parah.

Kerusakan Terparah Terjadi pada era kolonial.Kerusakan Hutan Jati Kala itu tidak terlepas dari tindakan eksploitasi serampangan yang dilakukan oleh pihak kolonial. Meski Upaya Rehabilitasi Dilakukan,dampaknya tidak signifikan.

Jauh sebelum kedatangan bangsa-bangsa Eropa kayu jati telah lama digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan berbagai alat keperluan maupun bahan utama bangunan bagi masyarakat Jawa. Tetapi,karena jumlah yang diambil dan cara pengambilan yang hanya seperlunya membuat hutan jati di pulau Jawa tetap lestari paling tidak sampai pada masa Mataram Islam dibawah kepemimpinan Sultan Agung.

Baca Juga: Kisah Cinta Raden Panji Wasengsari di Candi Mirigambar

Akan tetapi,keadaan berubah saat VOC mulai menunjukkan penguasaannya di atas Pulau Jawa Dalam wujud eksploitasi terhadap kayu jati. Eksploitasi kayu jati di jawa oleh VOC ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pembuatan kapal yang berada di Rotterdam dan Amsterdam, serta dijual ke pasar internasional.

Pada masa itu, muncul istilah Java Teak, yaitu sebutan untuk kayu jati yang berasal dari Jawa dan mempunyai harga yang sangat tinggi di pasar internasional.

Aulia Rahmat Suat Aji dalam bukunya Wong Blandong mengatakan jika dalam kegiatan eksploitasi kayu jati, VOC tidak menerapkan pengawasan yang ketat untuk pemilihan jenis kayu yang akan ditebang. VOC hanya menekankan pencapaian target yang harus dipenuhi oleh bupati yang ditunjuk.

Bupati yang dapat memenuhi atau melampaui target yang ditetapkan akan memperoleh pujian dan bonus dari VOC. Akibatnya, para bupati melakukan penebangan hutan tanpa memperhatikan asas kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Rencana Pembebasan Biaya Penempatan CPMI oleh BP2MI, PMI Protes Keras

Halaman:

Editor: Pulung Nowo Wijoyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X